Supercamp DH Sidoarjo 2026 : SAKODA Pramuka Hidayatullah Jatim Kuatkan Nilai Nilai Kepanduan Santri

by admin
Membentuk generasi putri yang tangguh tidak cukup hanya melalui pembelajaran di ruang kelas. Dibutuhkan proses pembinaan yang melatih keberanian, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Supercamp Darul Hijrah Putri Sidoarjo yang digelar di Camping Ground Bernah De Vallei, Trawas, Mojokerto, Selasa, 22 September 2026.
Supercamp menjadi salah satu sarana pendidikan karakter bagi para santri. Mereka tidak hanya diajak menikmati suasana alam, tetapi juga ditempa melalui berbagai aktivitas yang membutuhkan keberanian, kekompakan, kedisiplinan, dan semangat perjuangan. Kegiatan tahunan yang diikuti oleh 35 santri putri DH Sidoarjo ini mengusung tema “Membentuk Generasi Putri Unggul, Berkarakter dan Berwawasan Global”.
Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari Muslimah Competition, Pandu Competition, Tadabur Al-Qur’an Sistematika Wahyu, pentas seni, hingga adventure atau penjelajahan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan hadirnya tim SAKODA Pramuka Hidayatullah Jawa Timur yang memberikan penguatan tentang kepanduan dan pembentukan karakter kader.

Ketua SAKODA Pramuka Hidayatullah Jawa Timur, Alim Puspianto, M.Kom.I., dalam pemaparannya menyampaikan materi bertajuk “Membentuk Pribadi Mulia melalui Lima Program Utama”.

Ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan dalam Pandu Hidayatullah memiliki hubungan yang erat antara program pembinaan, profil kader yang ingin diwujudkan, serta Sistematika Wahyu sebagai manhaj gerakan Hidayatullah.

Menurutnya, lima program utama Pandu tidak berdiri sendiri. Seluruh proses pembinaan diarahkan untuk menghasilkan lima profil kader Pandu Hidayatullah yang memiliki Aqidah yang sholih, akhlaq qur’ani, semangat dalam beribadah, semangat dalam berdakwah dan memberikan manfaat bagi umat serta kesiapan untuk mengemban amanah kepemimpinan. Seluruh proses tersebut, lanjutnya, berpijak pada Sistematika Wahyu yang menjadi salah satu fondasi utama pembinaan kader Hidayatullah.

“Pandu Hidayatullah bukan sekadar kegiatan di lapangan. Pandu adalah wadah pengaderan santri Hidayatullah. Karena itu, kegiatan kepanduan, baik kegiatan yang bersifat fisik maupun halaqah Pandu, menjadi bagian penting yang wajib diikuti oleh seluruh santri,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehidupan seorang kader tidak dibentuk melalui kenyamanan semata. Jiwa perjuangan justru tumbuh ketika seseorang belajar menghadapi tantangan, menaati aturan, bekerja sama, melayani, dan menyelesaikan persoalan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, pendidikan kepanduan diharapkan menjadi ruang latihan bagi santri untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat secara ruhiyah, mental, intelektual, maupun sosial.Penyampaian materi berlangsung interaktif. Di sela-sela pemaparan, para santri diajak meneriakkan yel-yel kepanduan serta mengikuti berbagai permainan edukatif. Metode tersebut membuat suasana pelatihan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Selain memperoleh penguatan mengenai nilai-nilai kepanduan, peserta juga mendapatkan sejumlah keterampilan praktis, salah satunya teknik dasar pemadaman api.

Salah seorang peserta kelas VIII, Azkia Hamidah, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai penyampaian materi dari tim SAKODA Pramuka Hidayatullah Jawa Timur tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengalaman baru yang bermanfaat.

“Saya senang sekali bisa mendapatkan materi dari tim SAKODA. Penyampaiannya menarik, banyak permainan, dan saya juga jadi tahu bagaimana teknik memadamkan api,” ungkap Azkia.

Sementara itu, Kepala Sekolah Darul Hijrah Putri Sidoarjo, Ust. Slamet Abdul Matin, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran tim SAKODA Pramuka Hidayatullah Jawa Timur. Menurutnya, penguatan kepanduan sangat penting dalam proses pendidikan santri karena dapat melengkapi pembinaan akademik dan keagamaan dengan pengalaman lapangan yang membentuk karakter.

Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembinaan santri, tetapi dapat dilanjutkan dengan program peningkatan kapasitas bagi para pendamping, ustadz, dan ustadzah.

“Kami berharap ke depan juga ada program penguatan bagi para pendamping. Dengan demikian, program Pandu dan SAKO Pramuka Hidayatullah di Darul Hijrah Putri Sidoarjo dapat berjalan semakin baik, terarah, dan semakin semarak,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi salah  satu bukti nyata Komitmen Pramuka Hidayatullah Jawa Timur siap memberikan pendampingan, penguatan, dan pembinaan

program Pandu di berbagai daerah. Harapannya melalui kegiatan tersebut kegiatan kapanduan di seluruh jaringan PIBT Jawa Timur semakin tertata, kuat, dan konsisten dalam membentuk dan melahirkan kader-kader muda pelanjut estafeta kepemimpinan bangsa. SP

Related Articles

Leave a Comment