Pelajaran dari Sebuah Pena

by admin

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pena adalah alat untuk menulis yang di dalamnya berisi tinta. Bentuknya kecil dan akan semakin mengecil bahkan runcing ketika mendekati ujungnya. Benda yang sederhana itu akan sangat berguna sebagai alat untuk menyebarkan ilmu pengetahuan bahkan mampu mengabadikan sejarah perjalanan anak manusia. Ternyata di dalam benda mungil tersebut tersimpan hal besar yang sangat luar biasa. Allah SWT sampai bersumpah dengannya dan mengabadikannya menjadi salah satu nama surat dalam Al qur’an al karim.

Pelajaran dari Sebuah Pena

Pelajaran dari Sebuah Pena

Jika perjalanan hidup dan kehidupan kita ini diibaratkan sebuah lembaran lembaran buku. Maka seluruh tindak tanduk dan ucapan kita adalah catatan pena yang akan mengisi lembar demi lembar buku perjalan kehidupan kita. Kapanpun dan dimanapun pena tersebut akan selalu menari nari mengabadikan seluruh aktifitas kita. Apakah pena tersebut akan menuliskan kebaikan ataukah sebaliknya? Aktifitas pena kita ini akan terus menari nari hingga habis isi tintanya. Yaitu ketika Dia telah memanggil, untuk kemudian mengoreksi semua hasil catatan pena kehidupan kita.

Baik buruk ucapan dan tingkah laku kita semua tertulis dengan rapi dan baik tiada yang luput sedikitpun. Selanjutnya kita bisa menyaksikan dan menikmati hasil catatan buku kehidupan tersebut. Apakah catatan buku kehidupan kita akan happy ending atau malah sebaliknya. Tentunya itu semua tergantung dari diri kita, bagaimana kita menulis lembaran demi lembaran buku kehidupan tersebut.

Baca juga: Makna dan Kedudukan Ilmu dalam Islam

Catatan asli dan terlengkap akan disimpan oleh Nya melalui para malaikat yang ditugaskan Nya. Sementara catatan lain yang berupa “serpihan” akan tertinggal di dunia untuk dibaca oleh orang lain. Mereka akan membacanya sesuai apa yang kita tulis dengan amalan kita yang mereka saksikan.

Saat mereka menjumpai tulisan catatan hidup kita yang baik, mereka akan memujinya dan mungkin akan memberikan balasan doa keselamatan untuk kita. Namun saat terbaca oleh mereka catatan buruk tentang kita, tak jarang mereka akan mengeluarkan sumpah serapah, cacian dan hinaan pada kita setelah kita tak ada disisi mereka. Bahkan bisa jadi orang yang kita cintai dan tertinggal bersama mereka pun akan terkena getahnya.

Dari situ kita bisa menyimpulkan bahwa ternyata hasil dari catatan pena perjalan hidup kita tidak hanya kita saja yang mendapatkan balasannya. Keluarga dan saudara saudara kita juga turut merasakannya. Kalau hasilnya baik maka ada investasi kebaikan kita untuk mereka. Namun jika hasil catatan pena kita jelek atau buruk maka merekapun akan mendapatkan imbasnya.

Begitulah pena itu bergerak dan melaksanakan tugas dan fungsinya. Sesungguhnya ia bergerak dan menuliskan sesuatu sesuai kehendak pemegangnya. Maka apa yang akan ditulis dan nantinya terbaca adalah kembali kepada diri pemegang pena itu.

Betapa banyak orang dimuliakan dan diagungkan karena pena-nya. Namun banyak pula yang akhirnya tak mendapat manfaat apapun dengan pena-nya. Lebih dari itu bahkan ada yang hancur dan terhina disebabkan tarian pena di lembaran buku kehidupannya.

Dari ujung pena bisa dituliskan kata yang akan mempengaruhi diri dan manusia lainnya. Kebaikan dan kejahatan tak jarang lahir terinspirasi dari guratan ujung pena. Banyak manusia mendapat petunjuk dan bimbingan bahkan kesejahteraan juga asbab dari goresan pena. Namun, mereka yang celaka juga karena kejahatan yang lahir dari goresan ujung pena.

Saat dirimu terkungkung oleh dimensi ruang dan waktu, maka tidak untuk tulisan yang kau tulis melalui goresan ujung penamu. Ia akan menerobos dimensi ruang dan waktu, bahkan akan tertinggal abadi disaat jasadmu tak berbentuk lagi.

Mengembaralah dengan pena-mu. Raih banyak kebaikan dengan pena itu. Tapi berhati-hati lah dengan bisikan yang bisa menjerumuskan mu.

Oleh: Basori, M.Pd.I – Kadepdikdasmen Hidayatullah Jawa Timur

Related Articles

Leave a Comment

Pandu Hidayatullah, Lurus Aqidahnya, Mulia Akhlaknya.
Pandu Hidayatullah, Lurus Aqidahnya, Mulia Akhlaknya.