Pemimpin di Masa Krisis

by admin

Menjadi seorang pemimpin memang harus siap dengan segala resiko yang kelak akan dihadapinya. Ada kalanya dihadapkan dengan kondisi yang aman dan menyenangkan. Tapi sekali waktu pasti akan dihadapkan juga dengan kondisi krisis yang mencekam. Layaknya menahkodai kapal, seorang pemimpin kadang dihadapkan dengan laut yang tenang. Kadang juga harus bergelut dengan ganasnya badai samudra yang mematikan.

Pemimpin di Masa Krisis

Pemimpin di Masa Krisis

Memimpin di masa tenang itu mudah, banyak orang yang bisa melakukannya. Tapi untuk menjadi pemimpin di masa krisis itu membutuhkan keahlian khusus. Kepemimpinan seseorang benar benar diuji saat organisasi atau lembaganya mengalami krisis. Dalam situasi krisis, seorang pemimpin akan terlihat wajah aslinya. Apakah dia benar benar bisa berkerja untuk menyelamatkan lembaga atau hanya bisa menari-nari dengan retorikanya saja.

Strategi “5C”

Kalau kita melihat konteks sekarang, dimana dunia sedang dilanda pandemi Covid-19. Hampir semua segmen dalam tatanan kehidupan masyarakat terkena dampaknya. Tidak ada buku panduan resmi tentang cara mengatasi krisis ini. Hanya organisasi dengan pemimpin hebatlah yang mampu suskes melewatinya. Lalu strategi seperti apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin ketika menghadapi masa krisis? Dalam menghadapi masa krisis seorang pemimpin harusnya senantiasa mengedepankan “5C” dalam kepemimpinannya. Mari kita kupas!

1. Calm

“C” yang pertama adalah Calm, maksudnya adalah seorang pemimpin dituntut untuk bisa bersikap tenang dalam mengahadapi segala situasi yang menimpanya dan lembaga yang dipimpinnya. Karena dengan bersikap tenang seorang pemimpin dapat berpikir jernih untuk kemudian memberikan solusi yang solutif terkait permasalahan yang sedang dihadapi. Jangan sampai seorang pemimpin panik  dan “grusa grusu”. Karena sikap panik akan cenderung reaktif terhadap setiap permasalah atau kondisi yang dihadapi. Lebih lebih di masa krisis, seorang pemimpin harus bisa menata hati, emosi dan pikirannya dengan baik. Sehingga keputusan dan kebijakan yang diambil bisa menyelamatkan lembaga dari krisis yang sedang terjadi.

2. Creative

“C “ yang kedua adalah Creative, maksudnya adalah seorang pemimpin di masa krisis diharuskan untuk lebih kreatif dalam memberikan solusi terkait permasalahan yang sedang dihadapi. Kreatif yang dimaksud yaitu mampu menghasilkan hal-hal baru yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh kebanyakan orang. Jangan sampai solusi kebijakan yang diambil hanya ikut-ikutan dengan lembaga lainnya. Karena yang lebih tahu tentang kebutuhan lembaga adalah orang orang yang ada di dalam lembaga itu sendiri. Sehingga ide, gagasan dan solusi itu harus muncul dan lahir dari dalam organisasi yang bersangkutan. Dengan sikap kreatif dan cara berpikir yang positif, seorang pemimpin akan mampu mengubah tantangan menjadi peluang. Kondisi krisis separah apapun pasti ada titik titik peluang yang terselip didalamnya. Yakinlah bahwa hasil tidak akan menghianati setiap usaha yang sudah kita lakukan.

3. Confidence

“C” yang ketiga adalah Confidence, maksudnya adalah seorang pemimpin di masa krisis harus yakin, berani dan percaya diri 100%. Jangan sampai terkesan plin plan dan minder agar tidak membingungkan anggotanya. Tentunya sikap confidence ini harus didasari dengan ilmu dan pengalaman serta strategi plan yang teperinci. Sehingga kebijakan yang diambil benar benar sudah melalui perenungan dan pertimbangan yang matang.

Walaupun pada pelaksanaannya berat dan banyak ujian, seorang pemimpin harus mampu menyakinkan seluruh anggotanya. Bahwa inilah jalan terbaik untuk kita bisa keluar dan sukses dari masa krisis ini. Cibiran dan hinaan mungkin saja ada, prinsipnya “Biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”. Allah sudah cukup adil menciptakan kedua tangan kita ini. Jika kita tidak mampu membungkam mulut setiap orang yang mencemooh kita, maka cukup gunakan kedua tangan kita untuk menutup indra pendengaran kita. Dengan begitu, suara suara sumbing dari luaran sana tidak akan sedikitpun terdengar dan menggoyahkan pendirian kita.

4. Care

Kemudian “C” yang keempat adalah Care, maksudnya adalah seorang pemimpin wajib menunjukan kepeduliannya terhadap seluruh anggotanya. Ingat berbicara tentang kepemimpinan adalah berbicara tentang bagaimana mengelola anak manusia yang masing masing mempunyai  jalan pikiran dan kebutuhan yang berbeda beda. Sehingga kehadiran dan kepedulian dari seorang pemimpin sangat dinantikan oleh anggotanya. Lebih lebih disaat sedang dilanda krisis yang berkepanjangan. Peduli tidak berarti kasihan semata, tetapi lebih kepada perhatian yang secara real mampu dirasakan oleh seluruh anggotanya. Jangan sampai disaat organisasi sedang mengalami krisis, pemimpinnya malah acuh tak acuh dan cenderung memikirkan dirinya sendiri.

Dengan sikap care, akan mampu memperkuat jalinan komunikasi dan semangat kebersamaan diantara atasan dan bawahan. Kalaupun tidak bisa mencegah gejolak protes atau demo, setidaknya dengan sikap care ini bisa meminimalisir kemungkinan gejolak yang akan timbul. Sikap perhatian dan peduli ini juga mampu menciptakan suasana kerja menjadi kondusif. Selanjutnya dengan kepedulian ini pula akan mampu memupuk “rasa memiliki” diseluruh anggota lembaga atau organisasi.

5. Consistent

Strategi “C” terakhir yang harus dikedepankan oleh seorang pemimpin dimasa krisis adalah sikap Consistent. Seorang pemimpin harus memiliki pendirian yang kokoh dan konsisten. Setiap kebijakan yang sudah diambil harus dibarengi dengan kemantapan dalam bertindak dan dilaksanakan secara terus menerus. Jangan sampai kebijakan yang diambil terkesan “anget anget tahi ayam”, semangat diawal namun setelah itu tidak terdengar lagi gaungnya. Jangan sampai juga kebijakannya berubah ubah dan cenderung mengikuti kondisi diluaran yang belum tentu pas bila diterapkan di lembaganya. Dengan sikap consistent ini akan mampu menciptakan keyakinan dan keoptimisan seluruh anggota organisasi. Sehingga semua potensi organisasi akan dikerahkan untuk bisa keluar dan suskes melewati krisis yang sedang menimpanya.

Oleh: Alim Puspianto, Ketua Sakoda Hidayatullah Jawa Timur

Related Articles

Leave a Comment

Pandu Hidayatullah, Lurus Aqidahnya, Mulia Akhlaknya.
Pandu Hidayatullah, Lurus Aqidahnya, Mulia Akhlaknya.